Kehadiran seorang mentor dapat membantu Anda menemukan dan mengembangkan potensi diri sehingga Anda bisa mencapai target atau posisi yang diharapkan dalam karier. Program mentorship lazim diterapkan oleh perusahaan-perusahaan internasional dan kini mulai banyak diaplikasikan di Indonesia.

Tidak semua perusahaan punya kultur untuk memformalkan sistem mentoring terhadap karyawannya. Namun demikian, ada baiknya tidak menjadikan hal ini sebagai alasan untuk tidak mau mencari mentor. Jika ingin terus belajar dan meningkatkan kompetensi, kita bisa mencari mentor sendiri.

Mentor bisa dari senior atau atasan Anda, atau orang yang punya posisi tinggi dalam industri Anda. Mentor juga bisa berasal dari orang-orang di luar perusahaan Anda ataupun orang-orang dalam jejaring Anda. Sebagai permulaan, rajin-rajinlah mengikuti acara-acara yang dapat menambah wawasan, seperti seminar, workshop, bootcamp, ataupun event networking lainnya.

Cobalah jalin hubungan yang baik dengan orang yang Anda anggap punya kelebihan yang Anda kagumi. Pelajari blog, akun Twitter, gaya kepemimpinan, prestasi, atau pencapaian yang bersangkutan. Pelihara hubungan tersebut dari waktu ke waktu. Sebab, jejaring yang tepat adalah guru yang sangat berharga.

Hal yang  juga penting untuk diperhatikan dalam proses mentoring adalah evaluasi. Sebaiknya Anda proaktif dalam membuat jurnal atau catatan-catatan mengenai proses kerja, perkembangan dan pencapaian Anda. Catat dengan baik juga hal-hal yang Anda anggap sebagai kelemahan yang perlu diubah menjadi kekuatan. Catatan-catatan ini bisa menjadi bahan diskusi dengan sang mentor.

“Dalam  tiap evaluasi, jangan sungkan untuk meminta  ‘rapor’ dari mentor Anda,” papar Donna Turner, psikolog dan konsultan Sumber Daya Manusia.  Pastikan Anda memahami apa saja yang mendapat nilai biru dan bagian mana yang masih mendapat nilai merah. Jangan kecewa ketika masih ada bagian yang mendapat nilai merah. Nilai biru tidak selalu berarti sangat baik dan tidak perlu perbaikan. Begitu juga angka merah, bisa saja ini merupakan kekurangan yang cukup parah, atau sebenarnya sekadar kelemahan yang memiliki potensi kuat untuk segera dibalikkan menjadi lebih baik. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(Sumber : Femina)